All about DSS assignment…
April 5, 2008
nikeniezt
Ini lanjutan dari post sebelumnya…Setelah mengetahui tentang AHP, maka saya mulai merasa mengenal dan menyelidiki lebih jauh mengenai AHP dengan cara mengerjakan tugas 2. Pada tugas ini saya mencari tahu lebih dalam mengenai apa itu AHP, bagaimana tahap penyusunan AHP, serta kelebihan dan kekurangan pada pemakaian metode yang satu ini. Dari bahan-bahan mengenai AHP yang saya dapat baik itu dari artikel amupun dari jurnal, didapat informasi bahwa AHP adalah suatu metode yang membantu untuk menyusun suatu prioritas dengan menggunakan beberapa criteria (multi-criteria) dengan melakukan analisa perbandingan berpasangan dari masing-masing criteria. Adapaun tahapan dalam penyusunan AHP adalah dekomposisi masalah (penyusunan prioritas harus mampu didekomposisi menjadi tujuan (goal) dari suatu kegiatan, identifikasi pilihan-pilihan (options), dan perumusan kriteria (criteria) untuk memilih prioritas), penilaian untuk membandingkan elemen-elemen hasil dekomposisi (perbandingan antar criteria yaitu dengan memberikan bobot untuk masing-masing criteria berdasarkan kepentingannya terhadap siapa criteria pasangannya, serta erbandingan antar pilihan untuk setiap criteria), dan yang terakhir adalah sisntesis dari prioritas. Kelebihan utama dari penggunaan metode AHP ini adalah bahwa AHP dapat memberikan mekanisme yang berguna untuk memeriksa konsistensi dari pengukuran evaluasi dan alternatif yang diajukan sehingga mengurangi bias dalam pengambilan keputusan dan mengurangi ketidak fokusan yang dapat mecegah tim dalam membuat keputusan yang benar. Sedangkan kelemahan dari metode ini adalah kesensitifan pada hasil akhir bila mengubah ukuran skla matriks.
Selanjutnya, untuk lebih memahami AHP maka saya mengerjakan tugas 3. Ya..tugas lagi..tugas lagi..karena memang dengan cara inilah saya bertemu dengan jurnal yang memberi saya banyak pengetahuan mengenai metode pengambilan keputusan yang satu ini. Pada tugas 2 ini saya mendapatkan jurnal mengenai aplikasi AHP dalam dunia medis tepatnya pada kasus pemilihan alat medis. Pada kasus penggunaan alat medis, kesalahan penggunaan merupakan kesalahan dengan proporsi yang signifikan dalam kesalahan medis. Untuk itu dengan adanya perubahan desain secara human factor telah menurunkan nilai kesalahan pengguna dalam menggunakan alat medis. Bertumbuhnya perhatian secara human factor dalam alat medis menyebabkan berkembangnya kualitas pembeli dalam memilih alat medis. Untuk itu AHP membantu menyederhanakan perhitungan pertimbangan criteria dalam memilih alat medis mana yang tepat dalam hal penggunaannya yang sesuai dengan mempertimbangkan human factor.
Yupp..sampailah pada tugas yang ke-4. Jangan pada berhenti bacanya soalnya justru pada tugas ke-4 ini segala pertanyaan yang ada pada tugas-tugas sebelumnya terjawab karena tugas keempat merupakan tugas pengaplikasian AHP dengan menggunakan software expert choice. Tugasnya merupakan pencarian file EC (Expert Choice). Nah yang didapet adalah file EC mengenai pemilihan lokasi hotel serta respon management terhadap penggunaan gangga yang berbahaya. Dalam kasus penentuan lokasi hotel, tujuan yang ingin dicapai adalah mendapatkan factor-faktor apa saja yang sebenarnya diperlukan untuk dipertimbangkan dalam pemilihan lokasi pendirian hotel. Adapun yang menjadi alternatif adalah factor-faktor hasil riset dari peneliti-peneliti sebelumnya yang telah menganalisis pendirian hotel. Sedangkan pada kasus respon management terhadap gangga yang berbahaya, tujuan yang ingin dicapai adalah mendapatkan metode yang paling cocok untuk memeberantas gangga yang berbahaya tersebut dan alternatif yang digunakan adalah metode detoxifikasi, alga maupun flushing. Kriteria yang digunakan adalah damapak bagi manusia, lingkungan dan sosial.
Sebelum mencoba memparktikan sendiri penggunaan software expert choice pada aplikasi AHP untuk mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari maka terlebih dahulu saya haru mengetahui apa itu pembobotan yang akan sangat mempengaruhi hasil keputusan yang didapat. Nah..masuklah kita ke tugas ke-5 yaitu pencaritahuan informasi mengenai apa itu bobot. Agak sulit memang mendapatkan definisi bobot secara kata-kata dalam artikel atupun jurnal karena dari bahan yang didapat, bobot diartikan dalam bentuk nilai. Tetapi dengan usaha yang kuat untuk mencari tahu ^^,, akhirnya ketemu juga tuh definisi bobot pada AHP. Bobot yaitu jumlah prioritas yang ditulis dalam bentuk nilai yang ditentukan oleh pemilih untuk mengelompokkan atribut dalam susunan hierarki. Setelah diketahui bobot dari masing-masing criteria, barulah sang pengambil keputusan harus membandingkan bobot-bobot dalam setiap atribut juga antara alternatif dengan goal-nya. Nilai bobot didapat dari perhitungan skala kepentingan dengan range 1-9. Skala 1 menandakan bahwa kepentingan antara atribut satu denan atribut yang lain adalah sama, sedangkan 9 menandakan bahwa kepentingan antara 1 atribut dengan atribut yang lain adalah ektrim kuat.
Ya selesai juga akhirnya pada tugas yang ke-6 yaitu membuat model kasus pengambilan keputusan dengan menggunakan expert choice. Kasus yang saya angkat adalah mengenai pengambilan keputusan pemilihan transportasi yang dapat digunakan mahasiswa. Alaternatif yang ada adalah kereta api, angkutan kota, dan taksi. Kriteria yang menjadi bahan pertimbangan adalah fasilitas, pengorbanan, suasana, kemudahan yang didapat serta masalah yang mungkin timbul. Pembobotan yang dilakukan didasarkan pada nilai subjektifitas. Hasil yang diperoleh adalah bahwa transportasi yang paling tepat dipilih oleh mahasiswa adalah kereta api.
Entry Filed under: Uncategorized
12 Comments Add your own
Leave a Reply
Trackback this post | Subscribe to comments via RSS Feed
1.
ramadarmawan |
April 5, 2008 at 1:14 pm
Wah mbak niken maniezt yang satu ini,, tampaknya mbak mengerti dengan baik ya.. trims atas penjelasan AHPnya,, and all things about DSS.. Keep posting the way you thinking…
Strive for excellence, not perfection
2.
christianwijaya05 |
April 5, 2008 at 2:31 pm
Ahoy niken!!!!
ken,mestinya jgn semuanya dijadiin satu artikel,rada susah bacanya….mending dibagi2 jd berapa artikel deh, ken.
ngomong2 soal transportasi, kereta tetep nomor 1 lah yauw!!
3.
susetya |
April 5, 2008 at 3:15 pm
niken
kok panjang banget trus gak ada highlightnya
biar jelas tugas 1 ampe 7 yang mana
aku bingung
4.
zulk50 |
April 5, 2008 at 3:32 pm
Bukankah tugas ketiga adalah mencari jurnal pengambilan keputusan yang bersifat kualitatif ya? tapi mengapa menggunakan metode AHP?
Contoh kasus expert choice-nya boleh juga. kriteria yang dituliskan cukup baik dan sepertinya memang sering dijadikan pertimbangan dalam memilih transportasi untuk mahasiswa…:-D
5.
yudavedito |
April 5, 2008 at 6:56 pm
waduh pagi-pagi buta membaca blog lu jadi tambah semangat belajar ken
6.
eliceyunus |
April 5, 2008 at 8:10 pm
waduhh tugas keempatnya berat amat nih, tentang gangga ?? kayaknya dah lama banget gue ga berhubungan dengan hal2 kayak gitu …. tapi unik ya, AHP bisa melanglang buana ke topik itu …
7.
cicashevanisa |
April 6, 2008 at 3:49 am
ken tulisannya gede2 amat…
wah ken mengacu pada tugas 6 ya,,,kalo diliat dari kasus2 yang ada, kereta tuh udah ga terlalu tepat juga sih ken…emang siy diliat dari waktu n biaya, kereta emang juaranya,,tapi klo diliat dari kenyamanan dan keamanan, untuk make kereta wah mikir2 dulu deh ken,,,hehehe…jadi curhat.
8.
ariefrc |
April 6, 2008 at 4:14 am
Wah, oke juga tuh ken kasus yang lo buat di tugas ke 6… milih transportasi buat mahasiswa….
hasilnya kereta api ya??…. emang mahasiswa an-ker sejati…
9.
muthiamelia |
April 6, 2008 at 10:55 am
Kan lo bilang di postingan lo
“Pembobotan yang dilakukan didasarkan pada nilai subjektifitas”
Trus, berarti pilihan hasil AHP ini cuma bisa berlaku untuk lo doank dong..Untuk tiap orang beluim tentu berlaku hasilnya..
Terus, gimaana donk??(Bowo style)^ ^
10.
harry |
April 6, 2008 at 1:25 pm
cukup menarik nih ken
11.
rondi05 |
April 7, 2008 at 9:55 am
buat sarana transportasi kayanya harus melihat haraknya juga deh coz gw lebih suka naik angkot
12.
znain |
August 25, 2008 at 4:45 am
kasus nya bagus2, salam kenal